Review & Giveaway: Irish

Judul: Irish
Penulis: Kamal Agusta
Penyunting: Diara Oso
Penyelaras Akhir: RN
Tebal: 220 halaman
Cetakan: 1, Mei 2017
Penerbit: de TEENS (DIVA Press Group)

irish foto

*bersih-bersih debu*

Sudah lumayan lama saya nggak nulis satu huruf pun di blog ini. Selain karena malas, saya juga lagi sibuk dan berujung kepada tepar setelah pulang (yah, kemudian nonton Youtube sih). Katanya sih berbukalah dengan yang manis. Karena itu saya membuka lagi blog ini dengan foto saya review satu buku yang manis-manis ala remaja masa kini.

Namanya Irish, dan dibalik tubuhnya yang mungil ada keinginan yang kuat. Untuk mempertahankan klub musik sekolahnya yang terancam bubar karena tidak menunjukkan prestasi. Tentu saja Irish tidak rela, musik adalah hal yang ia cintai, dan klub musik adalah bagian penting dari kehidupannya. Untungnya sekolah mereka SMA Budi Pekerti tidak asal main bubar, mereka memberi waktu untuk klub musik itu menunjukkan prestasinya. Saat berdiskusi dengan pembina klub, Ibu Dewi, beliau menyebut nama Alvaro Malik.

Alvaro adalah murid baru di SMA Budi Pekerti. Ia baru tiba sebulan lalu, tapi sudah suka membuat masalah untuk dirinya sendiri, sebut saja sering membolos sekolah. Sikapnya pun tidak ramah, bahkan bisa dibilang sombong. Perjumpaan pertama Irish dengan Alvaro saja sudah tidak enak, lempar-lemparan kerikil. Maka ketika Bu Dewi berkata bahwa Alvaro dapat menyelamatkan klub musik, itu menjadi pekerjaan berat untuk Irish.

Satu hari, Agung membawa flyer menarik tentang kompetisi musik. Itu adalah kesempatan yang baik sebagai ajang pembuktian klub musik masih bisa berdiri. Irish pun makin bertekad untuk mencoba mengajak Alvaro, yang sebelumnya adalah murid dari seorang pianis jenius dan terkenal. Walaupun sering dongkol akibat kelakuan Alvaro, Irish enggan berputus asa dan siap untuk berperang. Dalam gerilyanya, Irish lama-kelamaan makin mengenal Alvaro dan mencoba memahami apa alasan Alvaro menolak habis-habisan ajakan Irish untuk bergabung.

Lalu, diiringi denting piano, petikan gitar, dan harmoni nada alat musik, sekelompok anak SMA berjuang demi klub yang mereka cintai.

Begitulah premis yang tertulis di belakang buku. Ketika membacanya saya senang karena bisa membaca buku remaja yang menuliskan soal pencapaian cita-cita, juga kehidupan SMA yang ceria dan penuh warna. Di beberapa bagian, kehidupan murid yang menyenangkan tergambar dari percakapan antar tokohnya yang real dan selaras dengan percakapan kita sehari-hari. Kita yang sejak awal mengetahui bahwa Alvaro memiliki masalah dengan keluarga, ketika masalah ini bertambah besar dan pelik, hati saya rasanya ikut sakit seperti ditusuk-tusuk. Dan kehidupan di usia remaja ini bukan perkara mudah, percaya deh sama saya *nyengir kuda*.

Namun suksesnya penulis menampilkan imej badboy tapi kusuka kurang sesukses penyajian ide awalnya yang adalah tentang musik dan semangat bermusiknya. Misalnya, saat latihan bermusik, tidak disebutkan berapa orang yang bermain, alat apa saja yang dimainkan, siapa bermain apa, atau bahkan tidak tertulis siapa konduktornya. Itu membuat saya tidak bisa membayangkan akan seperti apa musik mereka, pula dengan adanya tiga pemain gitar di satu piece yang akan klub musik mainkan saat kompetisi, Symphony no. 9 in D minor. Selain itu, perlu adanya suntingan di sana-sini baik dari penulis maupun penyunting yang akan membuat novel ini lebih rapi.

Aku nggak tahu apa alasanmu nggak mau bermain musik lagi. Tapi, aku ingin kamu tahu, selagi ada kesempatan, lakukan hal terbaik yang bisa kamu lakukan. Jangan pernah lari dari apa pun, hingga meninggalkan sesuatu yang kamu cintai. Agr kamu nggak perlu menyesal nantinya. (Halaman 107)

Kalau soal tokoh, semua tahu bahwa cewek manis (tapi sedikit galak, lol) dan cowok belagu adalah pasangan yang menggemaskan. Yang setiap baca tokoh yang semacam ini saya kemudian agak pundung, kok waktu SMA saya nggak ketemu yang semacam ini :p. Nah, kamu-kamu bisa lah mulai menebak apa yang akan terjadi dengan Irish dan Alvaro. Eiits, jangan sedih dulu, Alvaro punya “saingan” kok. Jadi, bagaimana kira-kira ya perjalanan bermusik dan kisah dua sejoli (ceile dua sejoli) ini?

=== GIVEAWAY TIME ===

irish banner

Penerbit DIVA seperti biasa bermurah hati akan membagikan gratis buku unyu ini. Total akan ada 4 buku yang dibagikan. Blog casualbookreader ini akan kebagian 1 buku yang untuk dihibahkan. Caranya mudah dong:

1. Wajib memiliki alamat kirim yang ada di Indonesia.

2. Wajib follow akun twitter @divapress01 atau like akun FB Penerbit Diva Press.

3. Untuk kamu yang main Instagram, follow akun Instagram @casualreader4 (karena ijk mau jadi selebgram dong ah)

4. Wajib share postingan giveaway ini di Twitter / Facebook

5. Jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar. Cukup sekali saja ya:

“Kalau kamu dianugerahi bakat bermusik, apa yang ingin kamu lakukan dengan bakat itu?”

6. Format jawaban:

Nama:
Twitter/Facebook:
Link Share:
Jawaban:

7. Kuis ini akan berlangsung dari tanggal 8-14 Mei 2017. Saya akan memilih satu pemenang dari satu jawaban yang paling menarik. Pengumuman pemenang insya Allah Senin, 15 Mei 2017.

Terima kasih :)

Reading Life 2016

As always, my reading life is such a mess. Yes I completed my Goodreads challenge but most of them are mangas so there is no way I can say I read a lot. Sadly I also can’t say that I am fond of the books I have read. Most of them don’t impress me. I don’t know who to blame but guess it’s just me.

But still, please allow me to write my top 5 books:

  1. The Wonderful Wizard of Oz – L. Frank Baum
  2. The Boy in the Striped Pajamas – John Boyne
  3. The Housekeeper and the Professor – Yoko Ogawa
  4. Norwegian Wood – Haruki Murakami
  5. The Day I Swapped My Dad for Two Goldfish – Neil Gaiman

I am not losing hope that my reading life in 2017 is brighter than before. lol. I plan not to buy books at least for 6 months and read my TBR or borrow from friend/library, te heh.

I’ll see you, guys!

383f211578da25df18621d36d2e40740

[Wrap-Up] 2016 Japanese Literature Reading Challenge

Maafkan jemari yang malas bergerak, otak yang malas dipakai, dan mood yang selalu bergoyang. Saya malah nggak sadar sudah sekitar tiga bulan tidak menulis di blog ini (blog satunya terus lanjut dong).

jlit

Masih ingatkah dengan RC saya yang satu ini? Ingat atau tidak, ini sudah berganti tahun dan waktunya saya menepati janji untuk menghitung poin dari tantangan di atas. Caranya? Gampang. Cukup mention saya postingan wrap-up kamu di twitter @casualreader4 atau bagi kamu yang tidak punya akun twitter bisa email di casualbookreader@gmail.com. Laporan akan dihitung jika diinformasikan paling lambat tanggal 7 Januari 2017.

Lalu, mana wrap-up bacaan kamu, Pat? Nggak usahlah. Ehek.

Ya sudah. Saya tunggu ya. Terima kasih :)

Novemberian Wishlist

Ini memang masih Oktober, sih. Tapi itu berarti bulan depan sudah bulan November, dong. Yang berarti saya akan berulang tahun. Ciyeee…. Yang ke-berapa? Ya udahlah ya, hari gini masih ngomongin umur.

Seperti tahun lalu, para anggota BBI yang berulang tahun di bulan November bikin seru-seruan tukar kado. Buku pastinya. Masalahnya, saya lagi nggak pengen buku. Hmpfft…. Yang lagi saya pengenin ini nih….

Clover Soft Touch Hook yang kalau dibeli di Blok M Plaza, sebijinya mencapai harga Rp 110.000. Jeger.

clover-soft-touch-crochet-hooks-600x600

Continue reading