Ibadah Hujan Bulan Juni

Bulan Juni sudah datang, dan para pecinta puisi dan romansa, atau mereka yang ingin membuktikan eksistensi diri, juga saya yang cuma hamba sahaya, akan mulai mencatut nama Sapardi Djoko Damono, kumplit dengan Hujan Bulan Juni-nya.

Mengutip si mas penyair, Joko Pinurbo, selama masih dalam lintasan makna, maka puisi bisa diartikan banyak makna. Yang kemudian saya aminkan. Tidak hanya puisi, saya percaya sebuah ide/gagasan yang dikemukakan pasti bisa diartikan macam-macam. Jangankan novel atau puisi yang sudah melalui pemikiran panjang, pengeditan berulang-ulang, pengecekan aksara yang butuh kejelian, percakapan di media Whatsapp saja sering disalah gunakan. “Okeeeeee….” dan “Ok” seperti memiliki arti berbeda, padahal jelas-jelas keduanya bentuk persetujuan.

Mari kita lihat sedikit puisi Hujan Bulan Juni yang katanya bikin baper banyak orang:

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Orang awam macam saya akan mengartikan sederhana; adalah semacam perasaan yang tak tersampaikan. Pada masanya, di Indonesia tidak ada hujan di bulan Juni. Jelas. Karena musim hujan ada di bulan-bulan berakhiran –ber. Jadi hujan di bulan Juni adalah hampir merupakan sebuah kemustahilan. Saking mustahilnya, ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya tak ada perasaan. Rintik rindu yang dirahasiakan bisa jadi ada, bisa jadi tidak.

Itu pun kalau tentang hujan di bulan Juni di Indonesia. Hujan kan milik dunia. Di beberapa negara, peralihan musim semi ke musim panas justru mendatangkan hujan. Jadi jika tidak di Indonesia, apakah hujan yang turun juga tabah? Bukankah manusia kadang menyembunyikan rasa rindu terlepas dari segala perhatian yang telah dicurahkan?

Tapi soal hujan ini sebenarnya tidak perlu kuatir. Ya, pemanasan global buruk. Ya, efek rumah kaca tidak baik, tapi mungkin bisa membawa berkah. Jika tidak ada hujan dulunya adalah keniscayaan, tapi sekarang tidak lagi. Laporan cuaca membuktikan kalau hujan turun di beberapa kota di Indonesia. Jadi pembaca semua bisa memilih apakah rindunya mau disembunyikan secara tersarat atau tersirat. Juga bisa memilih apakah rindunya mau dikemukakan gamblang saja?

Kenapa, Pat? Tumben menulis seperti ini? Ah saya cuma ingin menulis yang mainstream-saja, kok. Lagipula ini kan cuma soal puisi, cuma soal permainan kata-kata.

Selamat ibadah Hujan Bulan Juni.

hbj

Advertisements

6 thoughts on “Ibadah Hujan Bulan Juni

  1. Hujan Bulan Juni di tempat saya semalam sangat deras dan diselingi petir yang menyambar tanpa ampun sampai berjam-jam. Bahkan, hujannya baru reda pagi tadi. Sekian laporan cuaca dari Solo.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s