Book Blogger Week – Day 7: Nannia

Nggak nyangka sudah hari ke-7!!

Tamu terakhir saya adalah orang yang namanya langsung saya pastikan akan masuk di Book Blogger Week ini. Waktu ditanya kesediaan Bun Nan (begitu saya suka menyapa), beliau setuju tapi lalu bertanya balik alasan saya memilih beliau. Dengan polosnya *yah anggap saja polos*, saya jawab: Karena usia *dijitak*

Click the pic!

Yuk langsung saja!


Hi, Bun! Akhirnya dibalas juga. Hehehehe.

Kenalan lagi dong, Bun!

Namaku Nanny/Nannia, usia pensiunan  :D, pekerjaan  Ibu  Rumah Tangga yang diisi dengan kegiatan sosial. Punya 3 anak – dua laki-laki, satu perempuan *Bun anaknya ganteng nggak? #heh*

Ceritain dong kenapa bikin blog buku?

Aku member Goodreads sejak tahun 2008,  di sana aku lihat ada grup Blogger Buku yang dibentuk oleh bung H. Tanzil, karena sering melihat blog buku orang… kok sepertinya menarik. Akhirnya ikut  gabung bikin blog buku sambil mencoba kemampuan menulis review walaupun dibandingkan yang lain sih jauuh.

Nah waktu BBI harus daftar ulang, aku sempat tanya dulu: Apakah ada batasan umur buat jadi anggota BBI *tau diri*?  Dijawab tidak ada…  lalu resmi deh terdaftar sebagai anggota BBI. Jadi yang menginspirasi ya para blogger buku. Niatnya mengumpulkan review buku yang sudah dibaca  selain melatih kemampuan menulis juga biar ingat jalan cerita dan sensasi yang didapat ketika membaca buku-buku tersebut,dan dengan  berteman dengan para blogger buku bisa mengetahui perkembangan dunia perbukuan.

Favorit genre apa, Bun?

Aku suka baca apa saja tidak ada batasan genre asal enak dibacanya, tapi yang terutama sih His Fic, Sci fic, Thriller, Detective dan Filsafat ringan. Tidak ada alasan pasti, rasanya senang saja jalan-jalan ke masa lalu atau berfantasi ke masa depan,  baca hal yang menegangkan dan menebak-nebak sesuatu, juga banyak belajar dari pemikiran-peminiran para tokoh dunia. Oh iya, komik juga suka asal jangan manga.

Oke, merujuk alasan aku pilih Bun Nan, apa sih rasanya berteman dengan kami (CAILAH KAMIII) yang usianya jauh lebih muda? Ada keuntungan dan kerugiannya, nggak?

Sejak  awal bergabung di grup WA BBI (Jabodetabek) aku sudah bilang bahwa aku jauuh lebih “senior”, mungkin seumuran ibu / bude / tante buat mereka, makanya banyak diantaranya yang manggil aku bunda. Selama ini sih rasanya baik-baik saja, mudah-mudahan teman-teman juga sama perasaannya.

Keuntungannya banyak. Aku  kagum dan bangga bisa mengenal mereka, anak-anak muda dengan bermacam profesi (bahkan ada yang masih SMP/SMA) yang pintar, berwawasan  dan terutama mereka  open minded. Pengetahuan mereka tentang buku luar biasa bahkan aku banyak menambah wawasan tentang perbukuan dari mereka. Celotehannya segar, lucu,  pembahasan bisa meloncat dari satu topik ke topik lain dan yang penting tidak saling menghakimi (bebas curhat hehe). Selain dunia buku, aku banyak mengetahui tentang kebiasaan dan istilah-istilah ‘kekinian’ ,  kadang-kadang  membuat anakku keheranan :”Kok ibu tau istilah ini?” :D *ahzek gaul* Kalaupun ada pembicaraan yang tidak “nyambung’  ya..menyimak saja. Jadi biarpun ‘minoritas’ tapi aku merasa senang dan baik-baik saja. *maklumin ya Bun namanya juga anak muda :p*

Kerugian? Tidak ada, kalau ada pasti sudah mengundurkan diri. Kalaupun ada pembicaraan yang tidak “nyambung’  ya..menyimak saja , tidak masalah. Eh … Apa teman di grup ada yang merasa rugi dengan kehadiran ku? (serius nanya) *nggak kok Bun, beneran*

Berarti anak-anak nggak masalah dong, ya….

Aku yang memberi tau anak-anak bahwa aku punya teman-teman seumuran mereka  di grup buku (GRI dan BBI) Mereka tidak masalah,  biasa-biasa saja, kan dalam keseharian penampilanku tidak berubah jadi seperti ABG… hehehe tetap seperti ibu yang biasa mereka lihat selama ini. Lagi pula bergabung dengan  komunitas buku seperti bergabung dengan para ilmuwan yang selalu ingin menambah pengetahuan baru dan saling memberi input tanpa harus memandang usia (serius lagi :D)

Lagi-lagi soal usia *nyengir*, menurut Bun Nan, ada nggak sih permasalahan pembaca muda sekarang ini?

Menurut aku sih zaman sekarang tidak ada problem buat pembaca muda karena mendapatkan bahan bacaan relatif mudah, tinggal kemauan untuk membaca yang belum merata. Mungkin di kota-kota terpencil agak susah tapi kalau mau bisa memanfaatkan medsos untuk saling berhubungan  dengan rekan-rekannya di kota-kota besar untuk memfasilitasi keinginan membacanya. Hanya harga buku yang semakin mahal sedikit menjadi kendala buat anak muda terutama yang belum bekerja/pelajar/mahasiswa yang harus menyesuaikan dengan uang bulanan mereka, eh tapi kalau ini sih problem buat semua usia ya. *patahin kartu ATM*

By the way, Bun Nan baca YA nggak?

Karena aku suka segala macam genre pasti lah pernah baca Young Adult, walaupun jarang membeli sendiri, biasanya anakku yang perempuan yang suka beli (kami sekeluarga suka baca) aku numpang baca, malah kalau dia sudah beli tapi sedang sibuk ibunya yang membaca duluan. Oh ya.. jangankan Young Adult buku cerita anak-anakpun aku suka baca kalau kehabisan bacaan atau untuk refreshing. Aku malah yang duluan  ‘melahap’ buku cerita anak-anak yang ada di perpustakaan  yang aku kelola.

Masih sedikit soal buku, buku apa yang dibelinya murah tapi ternyata kece?

Aku pernah beberapa kali, beli buku bekas dan murah yang isinya bagus, contohnya buku Pramoedya Ananta Toer, atau buku cerita lama yang sudah langka *padahal sekarang harganya mahal banget -__-*

Kalau buku overrated? Dua saja deh contohnya….

Aku jarang memberi rating bintang 2 ke bawah, dulu masih agak sering memberi bintang 2 tapi setahun belakangan rasanya tidak pernah.  The Secret (Rhonda Byrne) buku yang terkenal pada masanya, hanya aku kasih bintang 2, karena melelahkan waktu membacanya.  Mufasir Cinta (Siwwo Sarwono) seingatku itu buku yang aku kasih bintang 1, menurutku  ‘hancur’ banget tuh buku :D

Kalau Bun Nan adalah seorang antagonis di sebuah buku, mau jadi siapa?

Mm .. jadi siapa ya? Sempat terpikir :  Lord Voldedemort (Harry Potter) atau Nurse Ratched  (One Flew Over The Cuckoo’s Nest), tapi… nggak ah, nggak ada :D *lah, hahahahaha*

Tolong kasih aku rekomendasi 3 buku dong!

Wah apa ya…

Karena aku suka buku detective dan Opat berbakat jadi detektif (sudah terbukti) *ngakak parah* coba baca buku detective karya  Agatha Christie. Terus karena aku suka Sci fic coba baca : The Martian (Andy Weir). Terakhir karena Opat nanti mau jadi ibu coba baca Battle Hymne of the Tiger Mother (Amy Chua) *ngakak parah lagi*

Oke Bun, terakhir. Wish untuk book life di Indonesia?

Biarpun sekarang banyak e-book, mudah-mudahan paper book tidak akan punah, karena membaca paper book  itu punya sensasi sendiri. Mudah-mudahan semakin banyak anak-anak yang hobi membaca agar dunia buku di Indonesia tidak mati suri dan harga buku di Indonesia bisa murah seperti di India, sehingga Indonesia bisa menjadi surga buku bagi peggemarnya. Aaamiin *Aaamin*


Yang mau kenalan lebih sama Bun Nan, bisa juga menyapa di email:

Email: nannynya@gmail.com

Twitter: @nann_ya

Dengan berakhirnya post ini, maka berakhir pula Book Blogger Week dari Casual Book Reader.

Terima kasih untuk semua tamu yang merelakan waktunya menjawab email dari saya. Semoga Book Blogger Week masih akan ada selanjutnya di waktu-waktu tak terduga!

Ciao!

Advertisements

4 thoughts on “Book Blogger Week – Day 7: Nannia

  1. Iya Dewi aku pernah mengelola perpustakaan selama beberapa tahun, tapi sekarang sdh ga lagi, ganti kegiatan ngurusin yg lain:).
    Opat smoga sukses dg program2 selanjutnya..
    #hug

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s