Book Blogger Week – Day 3: Alvina Ayuningtyas

Hari ketiga ini saya akan membawa seseorang yang terus ada di pikiran saya sebelum akhirnya saya mengenalnya. Hahahaha.

There’s something about Alvina. Cuma itu yang bisa saya komentarkan kalau melihat blognya dan profil awal yang saya tahu. Setelah sedikit lebih mengenal, saya tahu ada something about her *ahzeek*. Jujur saja saya nggak bisa mendeskripsikan apa dari something itu dan interview di bawah juga nggak bisa membuat saya tahu apa something itu *iki mbulet ae, rek!*

bubz

Click the pic!

Anyway, simak obrolan saya (yang bikin saya pingin keplak ibu satu ini) !


Hi Vina, tolong perkenalkan diri, ya!

Halooo Opaaaat! Duh, saya nggak bakat basa basi kenalan. Jadi maafkan kalau nanti agak garing ya wawancaranya. XD

Saya Alvina, 27 tahun. Saya ibu dua anak yang full time di rumah, sesekali menyusun dan mengedit buku buku pelajaran. Saya tinggal di kota Solo, meski sebenernya saya lahir di Jakarta dan besar di perantauan. Anak pertama saya berusia 8 tahun, yang kedua baru 2 tahun. *Iya, Vina nikah muda, nggak usah pada kaget ya hahaha*

Pertanyaan umum; kenapa sih bikin blog buku?

Sebenarnya saya senang membaca dan menulis sejak kecil. Meski cerita saya sering nggak jelas temanya apa, kadang di buku harian juga isinya cuma curhat nggak penting, tapi buat saya ada kepuasan tersendiri saat menyelesaikan sebuah tulisan.

Suatu hari di awal tahun 2011 (siap siap ya, saya ndongeng sebentar) saya bergabung dengan grup goodreads wilayah Solo dan berkenalan dengan sulis (@perihutan). Dari Sulis saya tahu ada komunitas bernama Blogger Buku Indonesia yang menuliskan kembali pengalaman mereka setelah membaca sebuah buku. Dari situ saya jadi tergoda untuk bergabung. Kan asyik tuh bisa menyalurkan dua hobi sekaligus. Terus di bulan Juli di tahun yang sama, resmilah saya mendaftar dan diterima di komunitas blogger buku Indonesia.

Ada obsesi untuk blog buku kamu?

Nggak punya obsesi. Asal blog saya bisa bermanfaat bagi orang lain mah saya udah seneng. :)

Jadi, blog ranks penting nggak?

Ya!

Boong dink. Saya ngeblog nggak ngejar ranking sih. Cuma menyalurkan hobi nulis saya aja. Kalaupun ada yang baca ya syukur, nggak ada ya seenggaknya saya punya sesuatu yang ditinggalkan kalau kalau saya mati nanti. *mulai sok serius*

Sebagai ibu dua dari dua anak yang masih kecil, bagaimana kamu membagi waktu untuk membaca?

Eng.. saya nggak punya manajemen waktu baca yang khusus sih. Kadang saya baca siang hari saat si adek tidur dan si kakak masih di sekolah. Kadang sore, sambil nemenin mereka berdua mainan bareng, kadang malam hari setelah seisi rumah pada tidur tapi saya belum ngantuk. Kadang juga seharian nggak sempet baca novel karena diburu kerjaan atau anak sakit. Yang penting baca buat saya dibuat seneng seneng aja sih, nggak ada beban khusus.

Kalau nanti anak-anak nggak menjadi kutu buku, akan dikemanakan buku-bukumu?

Di rumah nggak terlalu banyak kok buku bukuku. Nggak sampe 200-an. Jadi kalau anak anak saya nggak jadi kutu buku kayak emaknya ya.. nggak apa juga sih. Toh buku buku saya nggak makan banyak tempat, jadi ya tetap dilestarikan saja.

Apa genre favorit kamu?

Fantasi dan thriller. Kalau fantasi bisa bebas berimajinasi, kalau thriller bisa bikin deg degan dan penasaran tingkat tinggi.

Ngomong-ngomong fantasi, Vina sering banget menyebut “naga”, ada apa sih dengan naga?

Saya jatuh cinta sama naga setelah membaca novel Eragon. Apalagi si Saphira warnanya biru (Saya penggemar fanatik warna biru). Ngoahahahhaha. Ngga ada alasan khusus sih, tapi saya suka aja mbayangin punya peliharaan naga. Unyu. Kecuali bagian sembur disembur.

Ok, Next question! Lovely cover but crappy stories atau crappy cover with lovely stories? 

Lovely cover but crappy stories. Saya pecinta cover buku bagus meski sudah berkali kali dikecewakan.

Hypnotist love story, somewhere only we know, dan Novel Hujan Bulan Juni di antaranya.

Vin, kalau kamu kerja di bidang yang nggak berhubungan dengan buku, kamu jadi apa?

Pramugari. Ngoahahahaha *sumpah gedek banget liat ketawa ini*

Pertanyaan wajib di pekan wawancara ini. Rekomendasikan 3 buku spesial untuk aku!

Yaelah pat. Kamu seleranya gitu… huhuhu *gitu gimana coba?*. Tapi kalau aku paling nyaranin novel grafis aja deh ya.

1.Smile – Raina Telgeimeier

2.Chicken soup for the soul – Graphic Novel

3.Escape from Mr. Lemoncello’s Library

Pamungkas, sebutkan harapanmu untuk dunia perbukuan Indonesia?

Semoga harga perbukuan di Indonesia lebih stabil. Rotasi buku baru nggak gila gilaan. Akses buat buku baru dan murah jadi lebih gampang. Pajaknya ga tinggi tinggi amat. Ngga ada monopoli pasar perbukuan. Terus blogger buku makin sering dilirik dan diajak kerjasama dengan penerbit maupun penulis, dijadikan referensi yang diperhitungkan oleh pembaca. Dan semoga buku buku indonesia bisa mendunia!

Merdeka!


Iya Vin, merdeka deh!

Kamu yang masih pengen ngobrol banyak dengan Vina (dapat pesen ngakunya nggak galak, kok), bisa langsung sapa dan hubungi dia ke:

Email: orybun@gmail.com

Twitter: @alvina13

IG: orybun

Sekian di hari ke-tiga. Masih empat lagi, lho! :)

Advertisements

9 thoughts on “Book Blogger Week – Day 3: Alvina Ayuningtyas

  1. Ooooh aku tau, mbak vina bacaannya banyakan lewat ebook sih ya.

    Aku juga ngekek pas bagian pengakuan ingin jd pramugari itu. Samaan bgt kita mbak Vin.. tp aku sadar sih begitu SMP tinggi badan g ada kenaikan lgs alih cita2 :p

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s