Book Blogger Week – Day 2: Pauline Destinugrainy

Selamat datang di hari kedua Pekan Blogger Buku! :)

Tumbal tamu saya selanjutnya adalah si Numero Uno, Pauline Destinugrainy. Mbak Desty, begitu saya menyapa, memiliki nomor anggota Blog Buku Indonesia 1301001! Mbak Desty sendiri sebenarnya sudah pernah diwawancara oleh Mbak Dewi (di sini) dan baru saja diwawancara Pak Satpam Steven (di sini) tapi karena saya hampir tidak pernah berbicara dua arah pribadi padahal saya penasaran kepo sama beliau karena blognya yang rapi dan walaupun belum pernah bertemu ada aura (((AURA)) beliau yang bikin saya penasaran iya iya saya kepo.

desty

Click the pic!

Mari kita let’s go!


Hi Mbak, terima kasih ya sudah mau jadi tamuku. Sekali lagi bisa tolong perkenalkan diri?

Halo, nama saya Pauline Destinugrainy, biasa dipanggil Desty. Umurnya #RoadTo33, tinggal di Palopo, Sulawesi Selatan (kurang lebih 360 km dr Makassar, dan 80 km dr Toraja) *langsung buka peta*. Sudah menikah 7 tahun yang lalu, dan punya anak cowok imut-imut berumur 1,5 tahun. Kerjaan saya sehari-hari mengajar di sebuah Perguruan Tinggi swasta di Palopo, biar bisa punya dana beli buku :)

Kapan tepatnya memutuskan untuk bikin blog buku? Dan bagaimana kisahnya menjadi anggota BBI nomor urut satu?

Saya sudah gabung di Goodreads sejak tahun 2008, tapi waktu itu belum tahu mau ngisi apa selain mendata buku saja. Lalu kalau ada review, saya tulis di blog pribadi saya destinugrainy.wordpress.com. Tahun 2011 saya melihat di goodreads kok ada yang namanya Blogger Buku ya? Iseng klik blognya Rahib (Hernadi Tanzil), blognya mbak Fanda, sama blognya Melisa. Akhirnya meniatkan diri membuat blog buku, dan mendaftar di BBI (waktu itu list-nya masih di goodreads) dan dapat nomor 100.

Nah, waktu BBI bikin kepengurusan dan divisi membership (Ren dan Dewi) membuka pendataan untuk semua anggota, saya yang kebetulan saat itu sedang online, langsung mengisi form pendaftaran. Nggak tahu juga kenapa dapat nomor 1, apakah karena yg pertama mendaftar, atau memang disayang sama div membership…hehehe. *kami semua sayang Mbak Desty*

Tagline blog Mbak adalah: Karena membaca adalah candu dan menuliskannya kembali adalah terapi. Terapi apa yg dimaksudkan? Bisa tolong lebih diceritakan?

Hehe…. Sebenarnya, waktu itu saya bingung mau bikin tagline apa, Yang saya tahu saya memang kecanduan membaca. Nah orang yang kecanduan kan harus diterapi tuh…. Ya udah deh, menulis review jadi terapinya. Soalnya saya memang punya niat harus membuat review dari semua buku yang saya baca. Efektif? Nggak juga sih…saya masih kecanduan….hahaha. Tapi tetap bikin review kok untuk semua buku yang saya baca.

Pertanyaan langganan, apa genre buku favorit?

Romance (kecuali pararom) dan thriller.

Menurut Mbak, selain persoalan selera, buku yang bagus itu seperti apa?

Kalau menurut saya buku bagus itu kalau di dalamnya bisa ngasih informasi selain isi ceritanya. Misalnya info soal pekerjaan tokohnya, kasus/konflik yang dihadapi tokohnya, setting yang dipakai, dan sebagainya. Untuk romance, misalnya. Saya suka medical romance, karena isinya bukan melulu cinta-cintaan. Tapi ada info soal medis di dalamnya.

Ada buku yang sangat diantisipasi keluar tahun depan?

Duh…saya tuh termasuk kudet soal buku yang mau terbit . Tapi saya menunggu-nunggu kelanjutan Chronicles of Audi sama Supernova.

Bicara soal Goodreads, berapa challenge buku tahun ini dan berapa untuk tahun depan?

Cuma bikin target 100 aja *cuma??? yeah -__-*. Udah sadar diri punya anak nggak bisa punya waktu luang sebanyak waktu masih belum jadi mama. Waktu 2011 bikin target 160, 2012 dan 2013 targetnya 200 buku, dan 2014 targetnya 150. Syukurlah semuanya bisa selesai. Tahun depan kayaknya masang 100 aja. Disamain dengan tahun in, sekalian “memaksa” saya untuk menghabiskan timbunan #yakaliii :)

Berapa persentase menulis review dari buku yang dibaca? Dan bagaimana tips dan triknya?

Hmmm…untuk tahun ini dari 100 buku yang saya baca hanya 41 buku yang direview lengkap di blog. Jadi kira-kira 41% ya. Sisanya saya review singkat di goodreads. Belum maksimal memang, harapan saya bisa lebih banyak lagi review di blog… tapi setidaknya semua buku sudah direview. Ikut reading challenge (yang mengharuskan membuat review) juga bisa jadi tips untuk meningkatkan jumlah buku yang direview.

Ada sisi postifnya nggak sih dibilang kutu buku?

Saya malah bangga dibilang kutu buku (biar kata orang itu negatif imagenya). Kutu buku itu kan identik dengan pintar, hehe. Trus ya karena jadi kutu buku yang katanya ndak gaul itu, saya terbebas dari ancaman pergaulan bebas…(((ancaman))).

Buku apa yg membuat Mbak merasa sangat bersyukur telah membacanya?

Bukunya Raditya Dika yang Kambing Jantan dan bukunya Trinity yang Naked Traveler 1. Dua buku itu yang menginspirasi saya membuat sebuah blog dan menjadi blogger. Berangkat dari situ, akhirnya saya bisa ketemu dengan BBI. Coba kalau dulu nggak baca buku itu, mungkin saya nggak jadi blogger.

Kalau Mbak adalah mama dari seorang Disney Prince, mau mantu siapa? *I know I know lame question*

Kayak Belle yang suka membaca (eh..tapi Yobel *nama anak Mbak Desty* bukan Beast lho). Yah biar nanti bisa ada bahan obrolan gitu deh. Kan biasanya antara ibu mertua dan menantu itu susah ngobrol enak. Kalau ada bahan obrolan buku kan lumayan. Asal nanti mantu saya jangan sukanya minjam buku ndak dikembalikan, hehe.

Bisa tolong rekomendasikan 3 buku spesial buat aku?

Karena sepertinya selera kita berbeda, aku rekomendasikan buku yang aku suka ya.

1. Penulis favoritku itu Jodi Picoult. Coba baca Handle With Care.

2. Aku lagi baca Tanah Lada – Ziggy Z. Isinya unik, karena yang bercerita adalah anak kecil.

3. Bukunya Anthony Capella. Coba baca The Wedding Officer.

Pertanyaan terakhir, apa harapan untuk dunia perbukuan di Indonesia?

Sebenarnya saya mau bilang please buku jangan mahal-mahal, ya semua harga naik sih, jadi yah nggak ada efeknya juga. (Kecuali mau rajin-rajin bikin diskonan hehehe). Jadi ini aja deh… Untuk penulis dan penerbit, mungkin lebih diseleksi lagi deh buku yang diterbitkan. Jangan asal jadi. Saya tahu menulis buku itu susah, Tapi berikanlah bacaan yang “bermutu” bagi kami *YES!!*


Dari wawancara singkat dan pengamatan saya selama ini, Mbak Desty ini orangnya super tenang saya jadi hanyut dalam kegumunan (Is kegumunan even Indonesian??) saya jadi makin penasaran untuk lebih banyak baca review-review Mbak Desty :)

Buat kalian yang juga kepo kayak saya bisa menghubungi Mbak Desty di:

E-mail: destinugrainy@gmail.com 

Twitter: @destinugrainy

Masih ada lima orang kece lainnya! Sampai jumpa besok!

Advertisements

10 thoughts on “Book Blogger Week – Day 2: Pauline Destinugrainy

  1. ASTAGAAAH GIE NGAKAK NGAKAK DILIATIN BANYAK ORANG DI RUANG TUNGGU klinik gigi KARENA BACA INTERVIEW INI

    Tuh Pat, mba desty aja bisa 100, dikau udh berapa pat?
    NGOAHAHAHHA :)))

    Like

  2. NGAKAK KENCENG pas bagian “asal mantu saja jangan sukanya minjam buku ndak dikembalikan”. Ngoahahaaaa… *trus mbayangin mba desty nagih2 buku dari si mantu*

    Like

  3. Pingback: Guest Post: 5 Buku yang Harus Dibaca di Tahun 2016 – Pauline Destinugrainy |

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s