Tentang Si Cinta Pertama

IMG_199393654864812

PosBar kali ini akan saya isi dengan curhat tentang cinta pertama.

Saya tidak ingat kehidupan membaca buku saya sebelum akhirnya di kelas 2 SD, ibu saya mengajak saya ke perpustakaan sekolah. Ibu saya kurang lebih berkata “Kalau istirahat, ke sini aja.” Karena kehidupan sosial saya kurang baik, maka saya pergi ke perpustakaan. Lalu kemudian menjumpai teman ibu saya, sang pustakawan di sana. Saat itu, yang boleh meminjam buku untuk dibawa pulang dimulai dari anak kelas 4 atau 5. Saya yang masih terlalu kecil harus melakukan usaha KKN dulu agar bisa meminjam buku. Yang terus saya lakukan untuk beberapa tahun. Pergi ke perpustakaan dan meminjam buku. Sejak itulah buku menjadi teman saya yang paling setia, bahkan ketika saya berkhianat dan meninggalkannya, buku tetap ada di sana dan menyediakan pundak untuk bersandar.

“Books are the quietest and most constant of friends; they are the most accessible and wisest of counsellors, and the most patient of teachers.”
― Charles William Eliot

Saya tidak ingat apa saja yang saya baca saat itu. Mungkin cerita-cerita rakyat. Harry Potter menjadi koleksi perpustakaan ketika saya SMP. Tapi bukan Harry Potter yang menjadi cinta pertama saya. Adalah buku-buku Balai Pustaka yang begitu berkesan untuk saya. Mungkin karena judul-judul buku itu ada di dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Maka ada rasa kebanggaan tersendiri ketika saya membaca buku-buku seperti Atheis, Salah Asuhan, Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma, dan lain-lain. Buku lain yang membuat saya berkesan didapat dari koleksi Pakde Saya. Umar Kayam dan Danarto adalah salah dua nama. Jujur saja, detil ceritanya pun tidak ingat, tapi seperti yang sudah-sudah pada buku lain, saya masih ingat perasaan saya ketika membaca buku-buku yang saya suka. Mungkin lebai tapi mendebarkan adalah kata yang paling cocok.

Kata orang, cinta pertama tak akan terlupakan. Tidak tahu apakah karya-karya yang disebut sastra itu (saya bahkan masih suka hilang arah ketika berbicara sastra itu apa) memberikan pengaruh besar terhadap bacaan saya, karena ketika ada yang berkata bahwa saya suka bacaan serius, saya cuma bisa mengerutkan dahi. Saya tentu saja membaca buku lain, hanya saja lagi-lagi berbicara tentang rasa cinta, yang membuat saya sulit berpaling.

Sedikit tahun lalu, toko buku diisi banyak buku kekinian dengan cover yang unyu tapi isinya tidak membuat hati ini tergugah. Tentu saja seharusnya banyak pula yang bercerita hal-hal menajubkan, tapi lagi-lagi saya menetapkan hati menjadi seseorang yang setia. Beberapa tahun lalu, jika saya menuju rak Sastra, yang ada hanyalah sedikit buku dan buku-buku milik Kahlil Gibran yang bukan selera saya. Baru-baru ini saya sudah mulai bisa tersenyum karena beberapa buku yang judulnya familier masuk lagi ke toko-toko buku besar.

“If you only read the books that everyone else is reading, you can only think what everyone else is thinking.”
― Haruki Murakami

Saya penimbun pemula. Itulah yang membuat saya agak menyesal mengapa bertahun-tahun lalu saya tidak membeli buku-buku cinta pertama saya. Bertahun-tahun saya menunda, bertahun-tahun pula saya kesal tidak mendapatkan buku idaman. Tapi kemudian saya sadar, memiliki buku itu seperti bertemu jodoh. Kalau jodoh, kapan pun itu akan bertemu juga. Dan walaupun sudah bertemu tapi belum waktunya, ya tidak akan dimiliki juga. Tidak perlu berusaha terlalu keras. Diusahakan, kalau tidak berhasil, yakinlah kalau nanti pasti ada jalannya.

20150517_075848

Dari koleksi saya yang masih berupa remah-remah rengginan, buku-buku di atas bisa dikategorikan buku-buku yang masuk cinta pertama saya. Oh, walaupun ada beberapa buku belum dibaca, tapi saya masuk golongan yang kalau sudah bias terhadap satu penulis, saya tak akan meragukan karyanya yang lain.

Kembali lagi soal cinta pertama dan jodoh, di November di tahun 2013, saat itu saya bertekad menghadiahi diri saya kado ulang tahun yang jatuh di bulan itu. Saya membeli buku lebih banyak dari biasanya. Tanpa disangka di saat perjalanan pulang, saya bertemu jodoh saya.

20150517_075126~2

20150517_075201

EDISI PREMIUM!!!

Selamat Hari Buku Nasional!

“The future for me is already a thing of the past –
You were my first love and you will be my last”
― Bob Dylan

Advertisements

14 thoughts on “Tentang Si Cinta Pertama

    • Fau, plis deh. Nggak usah menanyakan pertanyaan yang tau jawabannya. Hahaha. Itu aja belum dibongkar dengan benar. Hahaha. Pinjem boleh tapi baca di tempat :p

      Ih belum. Kapan-kapan mau baca ya :)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s