To All The Boys I’ve Loved Before

20150412_184019Judul : To All The Boys I’ve Loved Before

Penulis : Jenny Han

Penerjemah : Airien Kusumawardani

Penyunting : Selsa Chintya

Proofreader : Yuli Yono

Halaman : 380

Penerbit : Penerbit Spring, 2015

ISBN : 978602715015

Lara Jean adalah yang ke-dua (jika ibunya tidak dihitung) dari gadis-gadis Song. Kakaknya Margot, berusia dua tahun di atasnya yang bersikap super dewasa, dan adiknya Kitty, berusia sembilan tahun yang punya sifat sulit dikalahkan. Tiga saudara perempuan ini hidup begitu kompak dan harmonis. Lalu Margot harus pergi untuk berkuliah di Skotlandia setelah sebelumnya memutuskan hubungan percintaannya dengan Josh. Josh si bocah laki-laki tetangga yang begitu menyenangkan, yang juga sahabat dari mereka.

Mungkin semua akan baik-baik saja kalau saja Lara Jean tidak pernah begitu mencintai Josh, sebelum Margot berpacaran dengannya, tentu saja. Well, mungkin sesudah mereka berpacaran juga masih mencintainya. Mungkin tidak akan terjadi drama kalau surat cinta yang pernah ditulisnya untuk mereka yang pernah dicintainya tidak sampai. Karena walaupun surat cinta itu dibuat, sebenarnya itu tidak ditulis untuk dikirimkan. Tapi itu terjadi sehingga Lara Jean harus berhadapan dengan Josh. Juga dengan Peter Kavinsky, si pemilik wajah tampan nan klasik yang adalah ciuman pertamanya.

**

Saya suka ditanya kenapa saya nggak suka romance, metropop, atau sebangsanya yang soal percintaan itu. Saya selalu bilang kalo saya suka gagal paham. Meskipun plot, jalan cerita, eksekusi, diksi, typo penulisan, dan segara teknis menulis lainnya penting, yang sering saya bilang gagal paham adalah saya nggak percaya sama persoalan bahwa cinta tidak mengenal alasan. Saya orangnya simpel (kalo nggak mau dibilang otaknya cetek) dan saya butuh alasan masuk akal akan mengapa penulis menciptakan suatu skenario hidup untuk tokoh mereka. Dalam percintaan sepasang manusia, saya merasa perlu menemukan alasan bertulis kenapa para tokohnya bisa saling mencinta. Apa poin yang melandasi cinta mereka? Kalau itu di luar nalar saya, maka bisa dipastikan saya pengen jedot-jedotin kepala ke tembok. Misalnya seseorang berpendidikan tinggi tiba-tiba klepek-klepek sama seorang kere, atau seorang wanita baik-baik yang tergila-gila pada atasannya hingga rela melakukan apa saja hanya karena bokong atasannya bagus, yang seperti itu yang berkali-kali bikin saya pengen ngelempar bukunya. Tetap harus ada alasan (sekali lagi yang ditulis) yang melandasi perasaan mereka.

Ketika mau mulai membaca, saya menemukan label “Novel Remaja” di kover belakangnya. Yang berarti saya harus menyetel otak saya bahwa jangan mengharapkan hal-hal yang akan dilakukan atau dipikirkan orang dewasa pada tokoh utamanya. Ini remaja, dan remaja itu biangnya kenaifan *cailah*. Lalu sebelum membaca saya juga harus menghentikan rasa pengen nyanyi lagunya Julio Iglesias yang “to all the girls I’ve looooed befooore”. Ketika buku ini banyak dibahas di chat, saya nggak henti-hentinya nyanyi lagu ini dalam hati setiap judulnya disebut. Alhamdulillah pas baca kayaknya cuma sekali-dua kali pengen nyanyinya.

Penjabaran tingkah laku Josh cocok dengan imej anak laki-laki baik hati yang menyenangkan. Margot yang dewasa sebelum waktunya, Kitty yang begitu kekanakan, Lara Jean si anak ke-dua, bahkan walaupun auranya kurang terdeteksi, ayah mereka punya imej ayah yang fun dan menyenangkan. Yang semuanya tertuang di dalam tulisannya. Peter pun untuk saya sukses digambarkan sebagai cowok keren (walaupun perannya sebagai atlet Lacrosse nggak kerasa tapi buku ini tentang perasaan Lara Jean, jadi yang seperti itu masih saya terima)

“Imut dan Sedikit Unik” adalah sebuah penghinaan. Sebuah penghinaan besar (Hal. 99)

Novel ini cukup di luar ekspektasi saya. Kalau melihat review singkat di tempat lain yang bicara soal surat nyasar, saya kira ini isinya adalah surat-surat cinta Lara Jean macam kayak “Love, Stargirl”-nya Jerry Spinelli yang ngebosenin, yang saya taruh lagi di rak setelah baca halaman-halaman awal. Nyatanya lebih kepada ke kehidupan Lara Jean. Dan surat-suratnya ternyata cuma gitu doang. Hahahaha. Cuma gitu doang tapi khas abege banget *nyengir terus*

Babak awal cerita adalah perkenalan para tokoh utama, Margot putus, dan pergi kuliah. Titik tajamnya lalu ada ketika surat cinta terkirimkan. Babak kedua adalah ketika Lara Jean memutuskan untuk “berpacaran” dengan Peter K si cowok keren (ini udah ke-berapa kali gue bilang dia keren? Abis emang keren sih. Bad boy is so my type! Hahahahahaha) sebagai pengalihan isu. Lalu titik tajam kedua ada saat hubungan mereka meruncing. Babak terakhir adalah penutup cerita. Ada hal yang sedikit kurang (saya nggak mau bilang apa) tapi saya coba kesampingkan karena kan ada sekuelnya jadi saya mau tunggu apakah pertanyaan saya terjawab di buku kelanjutannya :D

“Hei, maaf kalau aku tidak muncul di rumahmu sambil membawa bunga untuk menyatakan cinta suciku padamu, Lara Jean. Tapi coba tebak, itu bukan kehidupan nyata. Kau harus berhenti bersifat kekanak-kanakan.” (Hal. 332)

Dua hal terpenting lainnya adalah sampul dan terjemahannya. Kovernya bagus. Biasanya saya nggak begitu suka kover bergambar orang. Tapi ini emang cute dan eye-catchy banget. Dan mbak modelnya cantik. Tapi kalau itu adalah Lara Jean, itu terlalu cantik. Yah, kalau Lara Jean ternyata memang secantik itu, wah saya juga bisa naksir #eh. Daan… saya pengen bilang kepada tim pengalihan bahasanya kalau mereka sukses membuat cerita ini mengalir lancar. You did a good work! Karena bagusnya, saya jadi agak penasaran sama versi bahasa aslinya, tapi ya udahlah ya, gini aja juga udah seneng :)

Terakhir, empat bintang dari lima. Recommended buat kamu yang pengen cengar-cengir liat kelakuan anak muda jaman sekarang :D

Thanks to Mas Ijul yang udah ngasih buku ini. Yang ini aku nggak gagal paham, Mas. Ditunggu pemberian buku sekuelnya, nanggung kan cuma ngasih yang pertama. Hehehe.

**

Submitted for:

Freebies Time

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s