Jennings Goes to School (Jennings Si Iseng)

20150303_223752Judul : Jennings Goes to School (Jennings Si Iseng)

Penulis : Anthony Buckerbridge

Alih Bahasa : Agus Setiadi

Halaman : 296

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 1990

ISBN : 9795150160

J. C. T Jennings masuk ke Sekolah Persiapan Linbury Court. Sekolah ini adalah sekolah laki-laki berasrama yang murid-muridnya tinggal di sana, jauh dari orang tua mereka. Jennings yang iseng pun memulai kisahnya. Mencoba membolos di hari pertama, obsesinya bermain bola, dan tak lupa kenakalan-kenakalan di usianya.

Sesuai judul bahasa Inggrisnya, ini adalah rangkaian pertama dari seri Jennings yang kabarnya berjumlah 25 buku. Hanya saja sayang versi bahasa Indonesianya hanya berjumlah 8. Novel anak-anak yang amat segar ini menceritakan tahun pertama Jennings, yang bersahabat dengan Darbishire. Tidak ketinggalan dengan teman-temannya (yang sering muncul sih si Venables, Atkinson, Temple, dan Bromwich). Ada pula tokoh guru yang menyenangkan Pak Carter yang selalu berusaha memahami murid-muridnya. Kemudian Pak Wilkins (guru galak yang aneh), dan kepala sekolah yang agak aneh juga, Pak Pemberton Oakes.

Saya nggak mau komen banyak soal ceritanya. Pokoknya sukses bikin saya keselek ngekek, termasuk pas baca di bus (atau selera humor saya aja yang begitu?). Saya sukses ngekek ketika saat Jennings hendak kabur dari sekolah, dia dan Darbishire menyamar. Darbi tidak memakai kacamata sementara Jennings memakai kacamata Darbi, sehingga keduanya sama-sama tidak jelas melihat. Dan itu membuat Jennings kepentok tiang listrik dan bilang “Maaf” *ngakak*. Juga langsung ngakak parah ketika Jennings dimarahi Pak Wilkins, kemudian ia disuruh ke kamar mandi menyodorkan kepalanya di keran. Kita semua tahu lah ya maksudnya Pak Wilkins adalah mencuci kepala, tapi Jennings kembali dalam keadaan kering dan ketika ditanya kenapa kepalanya tidak basah, jawabnya “Anda tadi kan tidak menyuruh saya membuka keran, Pak” *ngakak parah*

Mengenai sistem sekolah ini, saya nggak begitu ngerti tapi ya udahlah ya nggak usah dipusingin. Hahahaha.

Satu hal yang saya sangat suka dari buku ini (dan sepertinya novel anak lawas Gramedia) adalah penerjemahannya yang menyenangkan. Oke mungkin anggap saya sok tahu soal penerjemahan, tapi buat saya penerjemahan tidak hanya menerjemahkan kalimat-kalimat, penerjemahan adalah soal pengalihan bahasa. Dialihkan itu tidak hanya diartikan tapi juga disesuaikan dengan pembaca. Saya yakin bahasa aslinya sangatlah santai sehingga bisa diterjemahkan dengan bahasa yang super santai dan enak dibaca.

Empat dari lima.

Oh iya, buku ini punya kata pengantar dari penerjemahnya, lho :)

Submitted for:

Super Series

Advertisements

One thought on “Jennings Goes to School (Jennings Si Iseng)

  1. em.. kayak nonton film dubbing minggu siang,pat. tergantung dubber-nya juga. suka keganggu nonton filmnya kalo mas/mbak dubber-nya kurang penghayatan haha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s