The Ocean at The End of The Lane

20150228_225810Judul : The Ocean at The End of The Lane

Penulis : Neil Gaiman

Halaman : 181

Penerbit : Harper, 2014

ISBN : 9780062325136

George tengah kembali ke lingkungan masa kecilnya di Sussex, Inggris. Setelah menghadiri pemakaman bibinya, George memutuskan untuk berkeliling dan perhatiannya menuju kepada rumah milik keluarga Hempstock. Sambil memandang sebuah “samudera”, George mengingat kejadian ajaib yang pernah dilaluinya saat berumur tujuh tahun.

George kecil berkenalan dengan gadis yang mengaku berusia sebelas tahun bernama Lettie. Gadis ini mengajak George bepergian ke suatu tempat yang George merasa tidak sedang berada di dunianya walaupun Lettie meyakinkan George mereka masih berada di perkebunan Lettie. Lettie sempat berpesan agar George tidak melepaskan genggaman tangannya, tapi karena suatu kejadian kecil, George harus melepasnya. Dan itu menyebabkan kemungkinan ia tidak selamat, tidak seperti apa yang dijanjikan Lettie padanya. Sebuah “dunia lain” bukan temennya Harry Pantja terbuka, mengajak hal-hal tak dikenal mengganggu kenyamanan George, bahkan ingin menghilangkan George dari muka bumi. Apa yang terjadi?

Pertama, kita akan tahu bahwa George selamat. Bukan, saya bukan kasih spoiler tapi jelas-jelas itu ceritanya flashback. Jadi jelas-jelas George selamat dong ya. Tapi masalahnya adalah WHUAAAHH. Kira-kira begitu kebanyakan ekspresi saya saat membaca buku ini. Saya tahu Neil Gaiman tapi ini buku pertamanya yang saya baca (Oke, sempet punya Neverwhere dan baca beberapa halaman tapi terjemahannya bikin saya males jadi saya jual lagi aja sebelum saya selesai baca). Saya sering dengar ini buku fantasi tapi cover bukunya nggak bikin saya yakin ini fantasi, dan walaupun ada tulisan “fantasy of the very best” di belakang bukunya, saya tetep nggak percaya ini buku fantasi. Pas saya baca lalu saya sampe deg-degan sendiri. Baca tengah malem dan ngantuk lalu tidur-tidur ayam tapi malah kebangun karena kebawa mimpi (oke kok jadi curhat).

Ketika Lettie memperkenalkan “dunia lain” dan sebuah kolam yang diyakininya adalah samudera, saya masih percaya ini cuma khayalan anak kecil aja. Atau ketika tokoh Miss Monkton datang (sebenarnya agak curiga sih namanya aneh, Ursula Monkton), saya masih berpikir ah ini cuma anak kecil nggak suka sama orang dewasa. Akhirnya saya baru mulai stres ketika monster benar-benar datang! Bayangkan anak tujuh tahun yang merasa dirinya bukan anak kecil lagi (I found that very cute) ketakutan menghadapai monster. SAYA STRES, SODARA-SODARA! SAYA STRES! Oh saya sudah stres sebelumnya ding pas baca bab George menarik sesuatu dari lubang di alas kakinya. AAAGGHH NYERIIIIII….

Rasa penasaran saya atas kenapa judulnya kok ada ocean-oceannya berakhir ketika satu tindakan Lettie berhasil membukakan mata saya bahwa yang ada di dekat rumah Lettie bukan sebuah kolam, tapi samudera. Dan bagaimana Gaiman menyusun ketakutan George terhadap monster, itu sungguh sangat wow.

Saya berusaha keras untuk “hanya” memberi empat bintang, tapi menyerah di bintang lima.

Oh terakhir, saya baca versi bahasa Inggris sih, dan saya nggak penasaran sama versi bahasa Indonesianya. Tapi cuma mau bilang kalau judulnya di bahasa Indonesia pun terdengar bagus: Samudera di Ujung Jalan Setapak. Kyaa keren yaa :)

 “You don’t pass or fail at being a person, dear” (hal. 175)

Submitted for:

One Word Only!

Favourite Colour!

Advertisements

4 thoughts on “The Ocean at The End of The Lane

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s