Dial A Ghost (Agen Hantu)

20150112_211225Judul : Dial A Ghost (Agen Hantu)

Penulis : Eva Ibbotson

Alih Bahasa : Listiana Srisanti

Ilustrasi : Kevin Hawkes

Halaman : 224

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2003

ISBN : 9792201629

Sama dengan kita yang tidak bisa memilih bisa melihat hantu atau tidak, manusia (dan hewan) yang mati pun tidak bisa memilih untuk menjadi hantu atau tidak. Keluarga Wiskinson yang terdiri dari Paman Henry, Bibi Maud, Nenek, dan Eric menjadi hantu setelah mati (kok terdengar kasar ya mati, meninggal gitu lho) menyisakan Trixie yang entah berada di mana. Setelah harus pindah dari rumah mereka yang disebut Resthaven -tempat istirahat- dan sempat tinggal di toko pakaian dalam, mereka dan Addie (hantu anak perempuan yang diadopsi keluarga itu) mendapatkan tempat tinggal atas jasa Miss Pringle dan Mrs Mannering, pemilik perusahaan Dial-A-Ghost.

Oliver Smith adalah anak laki-laki yang ternyata adalah pewaris rumah keluarga Snodde-Brittle. Setelah menghabiskan banyak tahun di panti asuhan, ia harus pindah ke rumah super besar dan menyeramkan tersebut. Tapi kedatangannya tidak disukai sepupu jahatnya Fulton dan Frieda. Keduanya menginginkan hantu jahat The Shriekers datang ke rumah itu. Tapi apa dikata, Ted, pekerja di perusahaan Dial-A-Ghost ternyata buta warna! Dan ia dengan tidak sengaja menukar amplop, mengirimkan keluarga Wiskinson kepada Oliver.

Apa yang terjadi? Jengjengjeng…!!!

Buku ini saya baca karena saya capek baca Coin Locker Babies yang udah separo jalan tapi masalahnya masih adaaaa aja (Lha jadi curcol buku lain). Sampul luarnya yang cukup menarik bikin saya pingin baca buku ini dari lama, tapi yah dibelinya baru aja sih di Blok M.

Saya punya ekspektasi lumayan besar sama buku ini. Kisah anak-anak yang menarik, itu yang saya harapkan. Ternyata? Yah suka tapi biasa aja sih. Walaupun keluarga Wiskinson dibuat punya karakter yang unik-unik, saya nggak suka-suka amat :p. Penggambaran yang lumayan ngena buat saya adalah penjabaran awal penampilan hantu The Shriekers yang huwek bleh bleh jelek dan najong banget deh. Tapi ya itu, awalnya aja. Selanjutnya saya biasa aja. Buat saya, buku ini agak aneh karena biasanya buku anak (JADI INI BUKU ANAK BUKAN, SIH? BUKU ANAK KAN, YA?!) memiliki pesan-pesan moral tertentu. Yang ini, saya sih nggak tau pesan moralnya apa. Malah saya agak keganggu sama beberapa adegan si Oliver begitu marah sampai pengen membunuh. Yah, kalo marah ya marah aja sih. Tapi nggak usah sampai pengen bunuh orang (hantu?) lah, ya.

Untuk buku bacaan yang santai dan ringan, ending bisa ditebak, dan terjemahan menyenangkan, bolehlah ya buku ini. Di Goodreads, ratingnya juga bagus kok :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s