Dunia Aradia

20141230_100417Judul : Dunia Aradia

Penulis : Primadonna Angela

Halaman : 264

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2009

ISBN : 9789792243796

Aradia baru berusia 25 tahun ketika ia ditunjuk menjadi ratu di dunia penyihir. Posisi itu ia dapatkan karena kakaknya, yang sebenarnya adalah calon ratu, meninggal dunia yang juga meninggalkan Jasper, anak lelakinya yang cukup membuat Aradia pusing kepala.

Ara, begitu ia biasa dipanggil, masih merasa belum siap dengan kedudukannya, tapi masalah besar kemudian terjadi. Ada satu gerakan yang mengganggu dunia sihir. Shadowlord, kumpulan warlock ingin menguasai dunia. Baik dengan “bantuan” para penyihir maupun dengan kekuatan mereka sendiri, dan itu berarti kekejaman di dunia akan dimulai.

Bagaimana Ara mengatasi semua? Apalagi keseluruhan peristiwa itu berhubungan dengan dua laki-laki yang membuatnya berdebar, Seth dan Sylvan. Siapa sesungguhnya Seth dan Sylvan itu?

Ehm, sebelum saya memulai curhat tentang buku ini, izinkan saya tertawa dulu. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Udah.

Oh bukan. Saya ketawa karena buku ini jelek, justru saya berani bilang ini buku yang asyik. Di goodreads pun saya kasih empat bintang. Saya ketawa karena saya nggak nyangka aja akan baca buku bergenre fantasi kebarat-baratan (buat saya sih gitu) dengan setting dan cita rasa Indonesia. Apalagi dialognya yang segar dan kadang bikin saya ngekek. Dan secara umum saya sangat menikmatinya.

Dunia Aradia terdiri dari 17 bab, yang bab-babnya punya judul panjang-panjang dan ada yang bikin saya komen “apa sih?”. Misal judul bab 12 adalah “Bagaimana bisa tidak mencintai pria beraura seindah itu?”. Hakhakhak. Tapi ya udahlah, ya. Oke kok judulnya.

Buku ini buku penuh alasan. Maksudnya? Mbak Donna (cailah sok akrab sama pengarangnya) ibarat sudah tahu akan ada pertanyaan-pertanyaan yang akan diutarakan pembaca, tapi dia sudah menyiapkan alasannya yang termuat di dalam cerita. Misal, Ara dibuat sebagai penerjemah paruh waktu jadi bisa pergi kemana-mana untuk ngurus urusan dunia sihir semaunya. Menurut saya itu pinter banget. Coba kalau Ara dibuat pekerja kantoran, kebayang dong pembaca akan nanya “lah ini dia nggak dipecat sama bosnya apah kok kabur-kaburan terus?”

Layaknya buku tentang sihir-sihiran, buku ini juga memuat mantra-mantra yang buat saya terbaca keren. Mantra-mantranya berbahasa inggris. Yang kembali Mbak Donna bisa bikin jawaban atas pertanyaan “lah, kok mantranya pake bahasa inggris segala?”. Aradia menjawab “Karena bahasa Inggris adalah bahasa sihir. Kamu pikir kenapa bahasa ini jadi bahasa internasional? Untuk memudahkan kita-kaum penyihir” (hal. 37). Mari kita simak salah satu mantranya:

“Thou shalt not affect my liege’s soul

I pledged my life and my heart, to control

Beings such as you to bring ease and comfort

To my lady. As long as I live, I’ll become her fort

As I will, so mote it be!” (Hal.  195)

Tentu saja ada hal-hal yang saya tidak suka di buku ini. Pertama, ini bukunya kependekan. Hanya 264 halaman untuk menceritakan dari bagaimana dunia sihir di buku itu sampai akhir pertarungan dengan shadowlord. Dengan sedikitnya halaman itu pula yang membuat beberapa bagian cerita terutama saat terjadi semacam pertempuran (seru sih tapi kurang lah, ini kan petempuran besar) jadi justru terasa terlalu cepat.

Dengan judul mengambil nama tokoh utama, saya justru kurang bisa merasakan pesona Aradia. Sampai sekarang saya nggak ngerti apa hebatnya sih si Aradia ini? Kalo dari deskripsi fisik, saya nggak ngerasa dia cantik-cantik amat. Kalau dari kehebatan dunia sihir, saya juga nggak ngerasa dia hebat-hebat amat. Justru tokoh-tokoh lain yang lebih berkarakter. Menurut saya, sayang aja kalau tokoh utamanya malah kurang terdeteksi.

Yang terakhir, well, ini bukan kali pertama saya mengecam sampul-sampul Gramedia (dan saya yakin tidak akan menjadi yang terakhir kalinya). APAAN BANGET ITU KOVERNYA!!! Saya selalu percaya Mbak Donna akan menyajikan cerita bagus (not my cup of tea perhaps, tapi saya yakin bagus). Tapi gimana saya bisa membayangkan ceritanya akan bagus kalau cover-nya macem gitu *head desk*. Tadinya saya sempet seneng karena buku ini sudah diterbitkan ulang dengan penerbit Grasindo dan sampulnya berubah jadi gini:

dunia aradia

Yaaaa bagus sih tapi jadi kesannya anak-anak banget. Padahal lho cerita ini bukan cerita anak-anak.

Kalau kamu mau baca cerita fantasi yang segar dan tidak njelimet dan tebal bukunya nggak buat nimpuk maling, ini asik buat dibaca.

Advertisements

2 thoughts on “Dunia Aradia

  1. Opat, sampul buku dan novel Gramedia memang jelek.. sad but true, jadinya ini yang sering banget bikin calon pembaca batal beli.. ini bukan opini gue seorang, tapi gue sering banget nanya abege-abege di toko buku dan kebanyakan mereka akhirnya beli novel-novel terbitan penerbit lain hanya karena covernya bagus dan kesannya lebih meyakinkan..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s