Some Prefer Nettles

20141223_095831Judul : Some Prefer Nettles

Penulis : Junichiro Tanizaki

Penerjemah : Edward G. Seidensticker

Halaman : 202

Penerbit : Tuttle Publishing (First Edition: 1955)

ISBN : 9784805306338

Kaname dan Misako adalah pasangan suami istri yang tak bahagia. Hubungan pernikahan mereka di ambang perceraian, tapi semacam tanpa ada usaha untuk melakukan perceraian. Selama hampir dua tahun setelah mereka setuju bahwa satu hari nanti perceraian akan dilakukan, mereka tetap tinggal bersama. Walaupun Misako hampir selalu pergi ke Suma, ke tempat selingkuhannya yang disetujui oleh Kaname suaminya.

Sempat ditaruh di rak lagi, akhirnya buku ini selesai juga. Tadinya saya agak malas sama ceritanya yang lambat. Dan memang terus lambat sampai akhir cerita. Cerita ini tentang ke-nggak jelas-an pasangan ini. Setelah tahu bahwa mereka tidak bahagia sampai sang suami merelakan istrinya berselingkuh, tidak ada langkah jelas yang diambil oleh pasangan ini. Saya bacanya gemes sendiri, ini mereka maunya gimana, sih? Saya sempat berpikir apakah hubungan yang menggantung ini karena Jepang pada tahun 20-an itu belum terbuka akan perceraian. Tapi kemudian ada tokoh penengah yang adalah sepupu Misako, yang sebelumnya sudah bercerai.

Saya awalnya sempat kasihan pada Kaname yang “dikhianati” istrinya. Tapi kemudian juga diterangkan bahwa Kaname pun dalam pernikahannya semacam selalu menunggu untuk lepas dari ikatan itu. Maka ketika akhirnya ayah Kaname bilang bahwa perihal ini adalah salah Kaname, saya ngangguk-ngangguk. Menurut sang ayah, nggak ada ceritanya istri selingkuh dibolehin. Pake ada acara uji coba pula! Buset deh! Lagian, jadi orang kok nggak bisa banget sih ngambil keputusan!!

Buku ini wujud kegalauan percampuran budaya. Barat – timur, orang-orang bisa salah kaprah menilainya. Bisa juga dihubungkan dengan keadaan kita (KITA??) sekarang. Kebebasan dielu-elukan. Tapi tetap saja batas itu harus ada.

Advertisements

3 thoughts on “Some Prefer Nettles

    • Halo, terima kasih sudah datang, nngg, bagaimana aku harus memanggil?
      Buku ini menarik banget terlepas dari sisi tokoh utama yang bikin headbang. Juga banyak cerita soal kebudayaan Jepang semacam Awaji Puppet (nggak saya bahas sih karena bingung ditulis di mana). Kalau buat saya sih kurang letupan-letupan saja :)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s