Twenties Girl (Gadis Charleston)

gcJudul : Gadis Charlestion. Judul Asli: Twenties Girl

Penulis : Sophie Kinsella

Penerjemah : Nurkinanti Larakusuma

Halaman : 564

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

ISBN13 : 9789792258721

Lara Lington, 27 tahun, tidak perlu memberi tahu ulang kepada dirinya sendiri bahwa hidupnya bertambah mengejutkan. Setelah rela keluar dari pekerjaannya dan membuat perusahaan sendiri dengan sahabatnya (YANG KABUR PIKNIK!), putus dengan Josh, pacar yang menurutnya sangat keren, ia kedatangan arwah. Arwah ini adalah adik neneknya yang pemakamannya baru saja dihadirinya (Yang kemudian acara pemakaman itu harus batal karena si arwah menggentayangi dirinya!)

Sadie Lancester berusia 105 tahun ketika meninggal. Tapi kemudian ia muncul dengan wujud gadis berusia sekitar 23 tahun, yang berarti adalah dirinya di sekitar tahun 1920-an. Itu yang membuat saya akhirnya bilang “Ooooh, makanya judulnya itu”. Maklum saya punya kebiasaan nggak mau baca sinopsis buku :D. Maka dengan gap masa hidup yang begitu jauh, dijumpai perbedaan-perbedaan budaya dengan si cucu. Sadie beberapa kali tidak tahu beberapa kata semisal “You rock!”.

Kehadiran Sadie adalah untuk mencari kalungnya yang menghilang. Kalung itu barang berharga yang menurut Sadie barang apapun boleh hilang, tapi tidak dengan kalung itu. Pencarian kalung itu membawa Lara kepada kisah keluarganya yang seru. Lara yang pemikir disatukan dengan Sadie si gadis periang yang sukanya pestaaa dan berdansa Charleston pastinya. Hahahaha (klik di sini untuk tahu contoh joget Charleston ini)

Kisah keluarga ini memang yang menajdi topik utama tapi bukan Sophie Kinsella dong kalau nggak memasukkan cerita cinta yang konyol dan manis. Tentang perasaan Lara kepada Josh, dan juga pastinya kehadiran orang baru di hidup Lara. Disebutkan nama Ed Harrison, seorang Amerika yang tengah tinggal di London (duh namanya aja Amerika banget). Hahahaha.

Buku ini buat saya top banget. Beberapa jalan cerita pastinya bisa ditebak tapi nggak mengurangi ketegangan dan kocaknya penyampaian cerita, yang pengerjaan alih bahasanya luwes banget. Buat saya bagaimana akhir kisah ini tidak terlalu penting, tapi perjalanan mencari kalung itu sangat menyenangkan. Buku yang sempurna untuk yang butuh bacaan ringan dan santai.

lucky-no141Kilas buku ini juga ditulis untuk meramaikan Lucky No.14 Reading Challenge milik Mbak Astrid untuk kategori “Chunky Brick”.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s