Habis Galau Terbitlah Move On

20141211_100255Judul : Habis Galau Terbitlah Move On

Penulis : J. Sumardianta

Halaman : xxi + 330

Penerbit : Penerbit Bentang, 2014

ISBN : 9786022910671

Belakangan ini, kata “galau” menjadi sesuatu yang beken. Yang seakan menunjukkan bahwa kepesimisan menjadi sangat populer. Akan tetapi dari kepesimisan itu, pastilah ada muncul juga gejala keoptimisan yang bisa disebut dengan “move on”. Seperti yang biasa dikatakan anak zaman sekarang kayak saya gitu deh, “jaman gini masih belum move on?”

Buku ini adalah buku ke-dua dari rangkaian karya J. Sumardianta, penggiat pembelajaran yang tidak kuno, atau seperti yang tertulis sebagai sub sub judul dari sekian banyak sub sub judul di buku ini bahwa pendidikan tidak hanya berasal dari tutur dan kapur (talk and chalk). Maka akan banyak kita temukan bukti bahwa Pak Guru (biasa ia dipanggil) adalah seseorang yang menggiatkan orang lain untuk membaca. Banyak sekali kisah contoh perjalanan hidup seorang yang mengalami kesusahan menjadi kesenangan. Contoh peristiwa mulai dari Mahatma Gandhi akan kesederhanannya setelah mendapat perlakuan rasis. Bunda Theresa, sekelumit cerita Albert Einstein, Gus Weng *kyaaa kyaa Gus Weng kyaaa*, atau dari perilaku murid-murid tempat Pak Guru mengajar. Kearifan Pak Guru pun bisa saya lihat dengan tidak banyak kisah yang menceritakan tentang dirinya sendiri.

Saya menganggap buku ini adalah buku pengingat. Teori untuk tetap melanjutkan hidup dengan semangat sudah kita ketahui bersama. Tapi membaca buku “cerdas” patut dilakukan agar hati dan otak terus tersegarkan sehingga hidup “lurus” bisa terus berjalan. Jika Jepang memiliki istilah “wabi sabi” , Jawa pun memiliki pandangan hidup “manggihaken kabegjan ing sak lebeting kecingkrangan” yang artinya menemukan kebahagiaan dalam ketidakberdayaan.

Itu dan banyak frase berbahas Jawa akan banyak dijumpai. Pula dengan quote-quote dari orang ternama yang menurut saya sangat menggugah hati. Pak Guru juga banyak memasukkan kata-kata yang terlihat pintar (dan memang pintar, apalagi buat butiran debu macam saya), dan banyak pula padanan kata Bahasa Indonesianya yang berguna buat saya yang agak dungu ini.

Semacam buku motivasi ini jelas bukan cangkir teh saya dan saya hampir frustrasi bacanya, tapi adalah buku yang saya rekomendasikan karena isinya yang segar, tulisan tertata, dan nasihat membangun. Jujur sulit rasanya untuk menulis review-nya karena begitu banyak kisah-kisah heroik yang semoga berguna bagi pembacanya.

Galau is so 2002 – Zeke and the Popo

Ini adalah buntelan ke-empat BBI untuk saya di tahun ini. Alhamdulillah rejeki anak solehah. Terima kasih BBI :)

Advertisements

One thought on “Habis Galau Terbitlah Move On

  1. Buku ini bagus dan membuatku sadar bahwa aku masih ngga ada apa-apanya. Banyak kisah dari orang-orang yang hebat (dan parahnya, beberapa di antaranya baru aku tahu namanya saat baca buku HGTMO ini.

    Tapi.. aku juga frustasi baca buku ini..huaa T_T aku nggak ngerti bahasa Jawa, dan di beberapa bagian buku, penjelasan dari Pak Guru Sumardianta juga sulit kucerna :(.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s