Stargirl

DSC_0020

Judul : Stargirl

Penulis : Jerry Spinelli

Penerjemah : Tanti Lesmana

Halaman : 232

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 2004

ISBN : 9792205861

Harga : Rp10.000 (Secondhand book)

SMU Mica kedatangan murid baru yang ajaib. Stargirl, begitu ia menyebut dirinya. Dengan dandanan super nyentrik semacam baju zaman abad lampau, Stargirl membuat ulah aneh-aneh di sekolah. Mulai dari menyanyikan lagu ulang tahun untuk semua yang berulang tahun dengan ukulelenya, hingga bersorak menjadi pemandu sorak, tidak hanya untuk timnya tapi juga untuk tim lawan.

Tetapi karena Stargirl yang terlalu “berbeda”, lama kelamaan ia mulai dibenci oleh grup masyarakat yang homogen itu. Leo Borlock, kekasihnya yang mencoba menjelaskan alasan itu kepada Stargirl. Stargirl tidak mengerti tapi ia berusaha berubah menjadi “orang pada umumnya” karena cintanya pada Leo. Bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Stargirl berhasil “berubah”? Apakah “berbeda” itu sedemikian buruknya?

Ternyata buku ini masuk dalam daftar incaran saya sejak beberapa bulan lalu. Yah, seperti biasa, saya memang suka mengincar buku-buku yang saya nggak tahu isinya apa. Pas ternyata beberapa hari lalu dapat terjemahannya, ternyata masuk kategori teenlit. Yah, paslah sama saya yang emang masih teen gitu :p

Tema yang diambil buat saya biasa aja, cewek yang “aneh” di lingkungan masyarakat yang homogen. Yang buat saya agak nggak biasa, si cowoknya bukan pria yang populer banget, malah cenderung biasa-biasa aja buat saya. Oke, dia ada peran di televisi buatan sekolah, tapi sebatas itu aja. Dan walaupun Stargirl beberapa kali bilang dia cakep, tapi kayaknya nggak tergambar betapa cakepnya dia. Pula yang bikin nggak biasa, sudut pandang diambil dari si tokoh utama pria! Buat saya agak janggal gimana ya teenlit tapi cowok. Hahaha.

Buku yang ternyata masuk dan menang banyak penghargaan literatur Young Adults ini mungkin bermaksud memberikan pesan “Jadilah dirimu sendiri. Karena masih ada orang-orang yang mencintaimu di sekelilingmu” atau “Setiap orang adalah spesial, karena itu jujurlah pada dirimu sendiri”, tapi kok saya lama-kelamaan agak mangkel ya. Hahaha. Mungkin saya ada di pihak Leo, yang menyukai dan berada di sisi Stargirl tapi juga berpendapat bahwa pendapat kelompok itu juga penting. Entah karena memang setting-nya di Amerika jadi lebih cocok daripada di Indonesia atau gimana, entah sayanya aja yang kolot.

Soal penceritaan, oke-oke saja. Remiji bingit. Untuk penerjemahan, Tanti Lesmana udah percaya aja deh saya. Lucu juga sih nemuin beberapa kalimat gaul semacam “Ya Amplop!”

Akhirun kata, 3 dari 5 bintang.

Tapi mana mungkin kita bisa memonitor seluruh dunia? Kadang-kadang memonitor diriku sendiri saja aku kewalahan.

 

Advertisements

7 thoughts on “Stargirl

  1. Tetapi karena Stargirl yang terlalu “berbeda”, lama kelamaan ia mulai dibenci oleh grup masyarakat yang heterogen itu.

    Mungkin maksudnya homogen?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s