The Silence of the Lambs (Domba-domba Telah Membisu)

DSC_0026

Judul : The Silence of the Lambs (Domba-domba Telah Membisu)

Penulis : Thomas Harris

Penerjemah : Hendarto Setiadi

Halaman : 480

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, 1996

ISBN : 9796054205

 Harga : Lupa, tapi kayaknya Rp15.000 (Secondhand book)

Clarice Starling, seorang siswa di Academy FBI tiba-tiba ditugaskan oleh Jack Crawford, seorang atasan di FBI  untuk menemui seorang sosiopat di rumah sakit jiwa berpengawasan tinggi, Hannibal si kanibal. Awalnya Starling “hanya” ditugaskan untuk mencoba membujuk Hannibal mengisi sebuah kuisioner, namun terus terbawa kepada kasus yang sedang sangat dibahas, Buffalo Bill.

Buffalo Bill (Seperti Mawar, itu bukan nama sebenarnya) adalah penjahat yang telah membunuh beberapa gadis, belakangan mereka dikuliti. Hannibal yang memang adalah seorang psikiater hebat seakan membantu Starling dalam memecahkan kasusnya. Kendati Crawford seringkali menegaskan bahwa Hannibal melakukannya untuk bermain-main karena pria bermata merah marun itu suka bermain-main.

Sesuai premis yang ditulis di cover-nya, “Untuk menyelami pikiran si pembunuh, ia harus menantang pikiran seorang psikopat”. Saya ada agak nggak setuju. Starling memang menemui Hannibal, berbicara banyak, termasuk curhat soal domba-dombanya, tapi kayaknya nggak sampai menantang pikiran. Gimana ya, menurut saya Starling belum di masa dia bisa menantang, dia hanyalah seorang kroco yang berbakat.

Eniwe, saya senang akhirnya bisa baca novel ini. Saya tahu Hannibal lewat filmnya yang Red Dragon yang saya tonton sudah lama sehingga tidak membekas, kecuali saya tahu Hannibal membunuh orang dan memakan korbannya. Kemudian saya nonton Hannibal series yang kemudian disusul serial milik Thomas Harris ini membumbul lagi kebekenannya berkat cetakan ulangannya.  Saat saya baca ini, yang ada di kepala saya adalah sosok Anthony Hopkins yang creepy dan Lawrence Fishburne (pemeran Crawford di Hannibal series). Dan karena saya suka sama sosok Hannibal, rasanya perannya di novel ini terasa kurang. Oh tentu saja dia cukup banyak muncul dan memberikan plot dan poin penting, tapi yah karena fans, rasanya masih kurang saja. Saya membayangkan akan melihat kejahatan Hannibal yang waw tapi ternyata bapak tua ini cuma melakukan seiprit pembunuhan di sini. Tapi mungkin saja memang segitu saja porsinya, mengingat judul novel ini adalah menyangkut soal domba. Dan domba itu berkaitan dengan sang wanita cantik, Clarice Starling.

Buku ini terdiri dari enam puluh satu bab. Agak janggal rasanya baca banyak bab yang isinya terkadang sedikit sekali. Lepas dari itu, ceritanya bikin saya sempet agak melotot sama detil-detil pendeskripsian. Kemudian cerita ini mencakup banyak hal dan aspek. Ada banyak nama-nama tes psikologi (saya gak ngerti jadi terbaca wah) sampe soal kupu-kupu dari Malaysia.

Agak janggal lagi karena ini diambil dari sudut pandang orang ke-tiga tapi saya sering mikirnya ini dari sudut pandang sang tokoh. Nggak tau kenapa, mungkin sayanya aja yang hilang arah (dan tak tahu arah jalan pulang). Kemudian soal penerjemahannya, saya masih oke membacanya walaupun cukup banyak kalimat berbahasa asing yang tidak diterjemahkan dan beberapa hal yang sedikit mengganggu tapi masih oke-oke saja. Jadi ingat ada satu kalimat yang bikin saya pengen ngikik, kalo nggak salah kalimat itu semacam “aku akan menendang pantat kalian sampai...”, apakah bahasa inggrisnya adalah semacam “I’ll kick your ass…” Lucu aja kalo diterjemahin jadi gitu.

Nah, soal perbandingan dengan filmnya, saya gugling gugling, katanya filmnya dibikin mirip dan sejalan sama novelnya. Maka di 1/3 perjalanan saya baca, saya memutuskan untuk menonton filmnya (AKHIRNYA!). Dan saya suka sama Anthony Hopkins! Walaupun suaranya agak gak sama kayak bayangan saya. Untuk tokoh Starling yang diperankan Jodie Foster, hmm, walaupun imej cool-nya terasa, di film si Starling kayak macam terlihat gugup gitu, padahal saya membayangkan Starling lebih tegar. Jack Crawford-nya om-om ganteng deh ^^ Untuk plotnya pun secara garis besar sama, tentu saja ada perbedaan detil-detilnya tapi buat saya sih nggak masalah.

Btw, tau nggak, di filmnya baju yang dipakai salah satu korban si Buffalo Bill, Catherine Martin adalah made in Indonesia lho :D

Akhir kata, 3 dari 5 bintang.

lucky-no141Kilas buku ini juga ditulis untuk meramaikan Lucky No.14 Reading Challenge milik Mbak Astrid untuk kategori “Movies Vs Books”

 

Advertisements

2 thoughts on “The Silence of the Lambs (Domba-domba Telah Membisu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s