The Setting Sun

dazai

Judul : The Setting Sun

Penulis : Osamu Dazai

Penerjemah : Donald Keene

Halaman : 175

Penerbit : Tuttle Publishing (First Edition: 1981)

ISBN : 9784805306727

Harga : Lupa (Periplus Discount Sale)

Kazuko adalah wanita berusia hampir tiga puluh tahun. Lepas dari suaminya, Kazuko tinggal bersama Ibunya seorang wanita cantik berdarah biru yang merupakan garis terakhir di trah keluarganya. Pula ada Naoji, adik laki-lakinya yang kembali dari perang di Selatan. Tiga anak manusia ini harus menyadari kehancuran ekonomi keluarga mereka dan tinggal di pelosok di rumah kecil.

Sang ibu yang kemudian sakit-sakitan. Naoji yang tak kunjung jera dengan narkotika yang kemudian berganti dengan alkohol. Kazuko berdiri di tengah, dalam pesona ibunya, dalam kegamangan adiknya, dan dalam kisah cintanya, yang pastinya tidak biasa.

**

Pertama kali baca Dazai dan Alhamdulillah dapet harga murah. Hehehe. Sering-sering ya, Periplus.

Yang pertama, yang menyenangkan dari buku ini adalah adanya semacam “preambule” dari Mr. Keene sang penerjemahnya. Jadi saat membaca tidak buta sama sekali. Bahwa sang penulis, pada zamannya, banyak terpengaruh dengan pengaruh-pengaruh barat. Bisa dilihat dari munculnya beberapa nama pengarang, beberapa istilah-istilah asing, pun tak sekali-kali mengungkit-ungkit soal injil.

Kazuko dan keluarganya adalah keluarga bangsawan. Saya, nggak ngerti sih keluarga bangsawan harus bagaimana. Tapi saya agak hilang arah waktu baca betapa ibu Kazuko terlihat begitu rapuh dan bagaimana gitu. Lalu Kazuko, kan udah bukan bocah lagi, tapi kenapa begitu tidak independent dengan ibu atau kehidupannya. Kemudian agak-agak melotot pas baca soal kisah cinta Kazuko yang gitu deh, saya nggak mau bocorin gimana. Ditambah lagi soal adiknya yang ya ampun endingnya juga ya gitu deh, tapi entah kenapa, saya masih bisa lebih paham.

Novel ini nggak suram sih. Tapi yah, menurut saya, manusia itu ya sebaiknya berusaha. Jangan mudah pasrah sama nasih (ceilah.. *langsung ngaca*). Wal akhir, tiga setengah dari lima bintang untuk karya ini. Oiya, saya belum lama ngeh lho kalo covernya itu gambar muka. Hehehe.

**

The rainbow that spans the sky when it clears after a shower soon fades away,

but the rainbow in a person’s heart does not seem to disappear that way

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s