1984

DSC_0146Judul : 1984

Penulis : George Orwell

Halaman : 326

Penerbit : Signet Classics (First Published 1949)

ISBN : 0451524934 (ISBN13: 9780451524935)

Harga : Rp – (Dikasih Kikie ^^)

Tahun 1984, Winston Smith bekerja untuk “pemerintah” yang mengagungkan perang adalah perdamaian, dan perbudakan adalah kebebasan, dengan Big Brother sebagai pemimpinnya.

Seluruh gerak-gerik mereka yang berada di bawah pengaruh The Party (aduh aku gak tau apa Bahasa Indonesianya) terpantau. Dari langkah-langkah besar hingga bahkan pikiran. Winston selalu merasa ada yang tidak beres. Ia ingin memberontak. Ia akhirnya memutuskan untuk memberontak. Tapi kemudian ia….

**

Akhirnyaaaa selesai juga saya baca buku ini. Buku yang perlu hampir sebulan untuk menyelesaikannya. Saya nggak membaca buku apa pun saat membaca buku ini tapi kecepatannya lambat sekali. Huft. Pertama karena sudah agak lama nggak baca buku yang bikin mikir. Karena buku ini bikin saya bermuka serius banget saat membacanya.

Perasaan yang ada hanyalah ketakutan dan “WHAT THE!”. Di halaman-halaman terakhir bahkan saya hampir menitikkan air mata. Lalu ketika ke bagian appendix yang adalah penjelasan Newspeak (bahasa yang ceritanya dipakai di sana, adalah sebuah bahasa baru yang bukan memperluas kaidah bahasa namun mempersempit karena pikiran-pikiran manusia juga seharusnya makin sempit), saya pengin banget ngelempar buku ini dan membuangnya. Tapi kan nggak mungkin :p

Yang membuat saya suka banget buku ini adalah proporsinya yang pas. Bagian pertama, kedua, dan ketiga, konflik yang terjadi proporsional. Jadi walaupun saya pengin jeduk-jedukin kepala, saya nggak dibuat kesal dengan drama berkepanjangan. Dengan segala kegilaan soal pemikiran dan beragam cara cuci otak lainnya, empat bintang dari lima untuk karya Orwell yang pertama saya baca ini.

Oiya, buku ini ternyata sudah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Dan yang bikin saya senang juga, nama penerjemahnya dicantumkan di kulit buku. Kemarin saya lihat sebentar, kayaknya menyenangkan bacanya. Ada yang mau beliin? Hehehe

**

Being in a minority, even a minority of one, did not make you mad. There was truth and there was untruth, and if you clung to the truth even against the whole world, you were not mad

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s