STOP : Panik di Sirkus Sarani

pdssJudul : STOP: Panik di Sirkus Sarani ;  Judul Asli : TKKG : Alarm im Zirkus Sarani 

Penulis : Stefan Wolf; Penerjemah : Hendarto Setiadi

Halaman : 256

Penerbit : PT. Gramedia, 1989

ISBN : 9794034800

Harga : Rp 7.500 (Secondhand book)

STOP – Sporty, Thomas, Oskar, dan Petra kembali terlibat dalam suatu kasus yang mendebarkan.

Dimulai dengan ancaman racun sianida di suatu supermarket, sampai kepada perencanaan pemerasaan uang dengan ancaman aseton nitril (nitril? yah paling tidak itulah yang ditulis di cerita ini) yang akan meracuni seluruh kota. Hal ini terjadi bertepatan dengan kedatangan rombongan sirkus Sarani. Anggota STOP yang sukarela mengunjungi sirkus itu untuk belajar bersama anak-anak di sana berusaha mengembalikan nama baik sirkus Sarani yang hampir tercemar karena ada yang menduga beberapa tindak kejahatan yang terjadi dilakukan oleh anggota rombongan sirkus itu. Juga tentu saja demi memberantas kejahatan dan menguak kebenaran.

**

Saya mau memulai komentar dengan keluhan terlebih dahulu. STOP terdiri dari Sporty yang tangguh, Thomas yang cerdas, Oskar yang lucu, dan Petra yang cantik, yah, kurang lebih seperti itu. Tapi kalau menurut saya, di dalam ceritanya lebih menekankan kepada Sporty. Tokoh yang lain cuma pendamping saja. Di hampir seluruh adegan, Sporty-lah yang banyak mencetuskan, mengambil keputusan, melakukan tindakan kepahlawanan, dan segala macam lainnya, which kinda boring anyway. Kemudian menurut saya, judulnya agak sedikit gak matching sama isinya. Okelah setting-nya banyak di sirkus, tapi menurut saya nggak ada kepanikan di sirkus Sarani ini. Oh, ada sih di bagian klimaks, yang menurut saya agak nggak klimaks :p

Bagi orang yang belum pernah baca STOP, kalian tidak akan dibuat bingung mengenai karakter di dalamnya. Karena sang penulis menjabarkan sifat dan perangai mereka lebar dan jelas. Saya jadi penasaran di buku lainnya, apakah penjabaran ini ada juga. Yang kalau ada, menurut saya, wah bosan juga ya.  Tapi mungkin karena ini ditujukan untuk anak-anak ya, dan ragam bahasanya amat mengesankan. Paling tidak penerjemahannya sangat sangat baik. Saya memberi tiga dari lima bintang untuk buku ini karena dipengaruhi oleh ceritanya. Kalau hanya soal penerjemahannya, saya memberikan empat setengah dari lima bintang.

Lewat dari keluhan-keluhan, saya suka sekali bagaimana anak-anak ini berinteraksi. Oskar dengan gurauan-gurauannya yang segar. Thomas yang suka memberikan banyak penjelasan, yang menurut saya itu bagus bagus sekali karena anak-anak yang membaca bisa mendapatkan pengetahuan tambahan. Ataupun Sporty yang ciyeeee naksir Petra ciyeee… ihiirrr… Hehehe.

Setelah bertahun-tahun, saya baru baca serial STOP ini lagi dan saya senang sekali. Waktu kecil dulu, buku-buku tulisan R.L.Stine atau Enid Blyton saya pinjam dari perpustakaan (Yes! I am proud I was such a book geek!) tapi satu hari Ibu saya membelikan saya STOP, dan saya langsung jatuh cinta pada serial ini. Sudah besar gini, akhirnya saya kesampain beli beberapa buku STOP lainnya, tapi mungkin bacanya nanti saja :D

Oh tunggu, di judul aslinya STOP ini adalah TKKG. Apa ya TKKG ini? Saya baca di goodreads, T ini adalah Tarzan, julukannya Sporty. Lalu yang lain? Ngg, males gugling. Hohoho (See! How genius the translator is!)

Sporty memukul dahinya dengan pelan. “Petra,” katanya, “Kau takkan percaya. Aku juga ingat lagi sekarang. Pantas saja aku merasa pernah melihat orang itu. Petra, kelihatannya ada hubungan khusus antara otakmu dan otakku.”

“Biasanya sih, orang-orang cuma sehati saja,” ujar Oskar sambil cekikian. “Tapi kalian lebih hebat. Sehati dan seotak![….]

lucky-no141Kilas buku ini juga ditulis untuk meramaikan Lucky No.14 Reading Challenge milik Mbak Astrid untuk kategori ‘Walking Down The Memory Lane”.

Advertisements

7 thoughts on “STOP : Panik di Sirkus Sarani

  1. Aku belum pernah baca seri STOP ini. Dua minggu lalu aku ngobrol sama temen dan berakhir diperkenalkan dengan seri Jennings, yang ternyata lucu gitu. Sayang banget sekarang cuma ada Lima Sekawan dan Mallory Tower aja yang diterjemahkan Gramed. Mungkin anak jaman sekarang hobinya cuma baca fanfic kali ya :p

    Like

  2. Hahaha setujuuu, STOP ini emang terlalu menonjolkan Sporty. Padahal Thomas juga keren dengan kejeniusannya. Trus Oscar dengan coklatnya, LOL. Btw suka Trio Detektif juga kah? Gramedia katanya mau cetak ulang, yeay :)

    Like

  3. Pingback: Lucky No.14 February Round Up | books to share

  4. Eh, walking down the memory lane-nya sama-sama STOP nih. Kalau baca lagi pas udah gede gini, emang kerasa banget Sporty minded nih.. tapi waktu saya masih kecil, rasanya seru banget baca semua seri STOP yang ditemui. Baru setelah STOP, saya mencicipi Trio Detektif yang ternyata jauh lebih seru lagi. Jadinya pas balik lagi ke STOP, rasanya jadi bosan. Walau begitu, saya paksa lanjut baca. Eh, ga jadi bosan lagi.. Aneh ya, tapi begitulah..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s