The Undomestic Goddess

tugJudul : The Undomestic Goddess

Penulis : Sophie Kinsella

Halaman : 404

Penerbit : Bantam Dell, 2005

ISBN : 97800440242383

Harga : Lupa (Kayaknya Rp35.000, titip beli di festival buku).

Samantha Sweeting adalah pengacara yang brilian, gigih, dan cerdas. Bekerja di satu nama nngg perusahaan yang bergerak di bidang hukum apa sih namanya? Nyontek ah, hehehe biro hukum kelas atas, Carter Spink, Sam menghabiskan 24/7 untuk mengejar impiannya menjadi seorang rekanan hukum. Satu langkah sebelum dia berhasil meraihnya, Sam mendapati dirinya membuat satu kesalahan kecil yang berharga 50 juta pound. Satu kesalahan kecil, lalu dunianya hancur.

Samantha yang berusaha pergi dari kenyataan dan berakhir mendapati dirinya setuju untuk bekerja menjadi pelayan rumah tangga untuk pasangan suami istri Geiger yang baik dan amat suportif. Tapi Sam bahkan tidak tahu sedikitpun bagaimana memasang seprei, mencuci baju, menyeterika, dan segala hal rumah tangga lainnya.

Tidak ada yang tahu siapa Sam di lingkungan dan desa yang cantik, tempat tinggal barunya. Tidak ada yang boleh tahu siapa dia, apalagi Nathaniel, tukang kebun bermata biru yang telah mengisi hidup dan cintanya.

Di suatu kesempatan, Sam menemukan sesuatu yang mengganjal, yang mungkin bisa menyelamatkan nama baik dan tentu saja karirnya. Akankah ia kembali?

***

Walaupun mendengar nama Sophie Kinsella sejak lama, ini pertama kalinya saya membaca karyanya. Dan saya sangat suka. Tidak cheesy dan semuanya terasa logis. Penuturannya mengalir dan membius sehingga sayang untuk tidak segera dilanjutkan.

Menurut saya buku ini adalah soal mimpi dan tujuan hidup. Apakah benar langkah yang telah dilakukan adalah langkah yang benar-benar benar? Apakah sesuatu yang menyenangkan, yang mungkin mengubah seseorang adalah sesuatu yang benar-benar dilakukan? Seperti yang dikatakan tokoh bernama Iris, ibu Nathaniel (Aww aku suka sekali nama Nathaniel ini ^^) berkata bahwa masa muda ini hanya ada sekali. Dan kita hanya akan menjalaninya sekali. Mungkin menemukan mimpi baru adalah hal terbaik. Mungkin pula itu hanya sebuah fantasi.

Tapi bukan Opat kalau nggak suka protes, hehehe. Saya bisa membayangkan betapa Nathaniel itu aww secara fisik dan segala sifat dan kelembutannya. Tapi menurut saya kelebihannya ya gitu aja. Saya kurang ngerasa greget-greget banget yang bisa menjadikan alasan Sam untuk amat sangat mencintai Nat banget. Ya begitulah :p. Kemudian di buku dijelaskan kalau Sam bisa menjadi seseorang yang sedemikian rupa karena ibunya. Tapi di akhir saya berharap ada penjelasan lebih soal Sam dan ibunya tentang keputusan Sam.

Empat dari lima bintang untuk tulisan yang manis dan menegangkan ini.

_

Don’t beat yourself up for not knowing all the answers, you don’t have to know who you are. You don’t have to have the big picture, or know where you’re heading. Sometimes it’s enough just to know what you’re going to do next.

 

Advertisements

5 thoughts on “The Undomestic Goddess

  1. Oww…sound interesting ^^

    Hi…Sist, :)
    Vannila latte..?!
    hehe…krn ujan di akhir pekan , jd hny bs nikmatin secangkir kopi dan…/nevermind

    well, bukan lewat online lagi kan dapetinnya XD
    krn yg kemarin ajj br dpt 8’D

    eniweiii…genre apa yg diusung ini..?!
    tapi apapun itu agaknya aku udah Falling slowly pas bc sinopsis dr kak Opat ^^

    And yeah, there is no reason to miss this beautiful book :)

    thank u sist,
    -xoxo-

    Like

    • Hi Alan, green tea latte for me, please. Hehe.

      Ini chiclit, say. Jadi cocok deh buat mbak mbak kece macem aku :p
      Posisi kamu di mana ya? Kalau ada toko buku impor di kotamu, coba langsung beli aja. Kalau mau yang versi terjemahan bahasa Indonesia, juga sudah ada kok :)
      Btw, sudah 17 tahun ke atas kan? Hahaha…

      Like

  2. Aku sudah pernah baca buku Sophie Kinsella yang shopaholic itu. Cuma… Entah ya. Mungkin karena chicklit itu barangkali ya jadi aku gak terlalu minat. Jadi, aku gak minat juga baca buku2nya yang lain. Subjektif banget ya ini komenku. Selera sih.. :lol:

    Like

    • Kimiii! Aku awalnya baca Kinsella dari Shopaholic series itu daaaan aku sebel banget :)) Tapi aku coba baca buku-bukunya yang lain ternyata lumayan kok, Kim, padahal aku juga kan bukan peminat chiclit. Undomestic Goddess & Twenties Girl itu dua favoritku dari Kinsella, mungkin Kimi minat baca dan ga jadi sebel xD

      Like

  3. kalo baca shopaholic memang ada kemungkinan ga suka. Aku suka Sophie Kinsella sih. Jaman kuliah (cieeeee jaman kuliah :lol: ) dulu suka baca chicklit ya kinsella atau meg cabot. I’ve Got Your Number jg bagus menurutku. Gabikin pengen nyepak bangku.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s